Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

THE AFRICAN BAOBAB Mengenal Lebih Dekat Asem Buto


shutterstock
Ilustrasi Pohon Baobab

Akhir pekan lalu, dua pokok pohon raksasa African Baobab (Adansonia Digitata) berhasil dipindahkan dari halaman sebuah perusahaan agrobisnis di Subang, Jawa Barat, ke lahan di sekitar Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI), di Depok, Jawa Barat. UI berencana memiliki 10 pokok pohon yang oleh masyarakat lokal dikenal dengan nama Kitambleg atau Asem Buto itu.

Rabu, 01 Desember 2010

Anggrek Pensil di Danau Dendam Tak Sudah

Rabu, 18 Agustus 2010 | 09:38 WIB
rejang-lebong.blodspot.com
Anggrek pensil

BENGKULU, KOMPAS.com - Balai konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu berhasil membudidayakan anggrek pensil yang terancam punah di sekitar Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.

"Anggrek pensil (vanda hookeriana) itu awalnya ditemukan beberapa batang pada habitatnya di kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) kemudian dibudidayakan," kata Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Suaprtono, Rabu (18/8/2010).

Anggrek Terbaik di Dunia Itu Hilang

Minggu, 5 September 2010 | 12:56 WIB
AMBROSIUS HARTO
ANggrek Bulan hasil persilangan

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Anggrek terbaik di dunia jenis anggrek bulan lokal (Phalaenopsis amabilis) dari Kabupaten Tanah Laut kini tidak bisa ditemukan lagi di hutan Kabupaten Tanah Laut ataupun di kawasan hutan Kalimantan Selatan lainnya.

Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan Aida Muslimah di Banjarmasin, Sabtu (4/9/2010), mengatakan, anggrek lokal Phalaenopsis amabilis di dunia ini hanya ada di tiga tempat, yaitu dua tempat di Indonesia, di Bogor dan Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut; dan di Filipina.

Dari tiga tempat tersebut, kata Aida, yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus dijadikan sebagai inti silang. Hal ini disebabkan ada beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.

Dua Jenis Anggrek Sudah Sulit Dijumpai

KERAGAMAN HAYATI
Laporan wartawan KOMPAS Defri Werdiono
Senin, 6 September 2010 | 13:54 WIB
www.nationaalherbarium.nl
Anggrek Dendrobium lowii


BANJARMASIN, KOMPAS.com
- Sedikitnya dua jenis anggrek endemis Kalimantan Selatan, yakni Dendrobium lowii dan Dendrobium hepaticum saat ini sangat sulit ditemukan di alam liar. Untuk mendapatkan jenis anggrek ini orang harus berburu ke penangkar, bahkan membeli ke penangkar anggrek di luar negeri.

Anggrek Endemik Spesies Baru

KEANEKARAGAMAN HAYATI
Selasa, 28 September 2010 | 10:06 WIB
LIPI
Dua spesies anggrek asal Kalimantan yang ditemukan peneliti LIPI.

JAKARTA, KOMPAS.comDari hasil identifikasi peneliti botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan sejumlah peneliti asing, dua anggrek endemik Kalimantan dinyatakan sebagai spesies baru. Hal ini tertuang di dalam jurnal ilmiah internasional Malesian Orchid Journal yang terbit akhir September 2010.

Sebaran kedua jenis ini sangat terbatas sehingga membutuhkan perhatian khusus untuk mengonservasinya.

”Spesimen kedua jenis anggrek ini telah kami ambil sejak dua tahun lalu. Kemudian kami mengerjakan sketsa morfologi taksonominya. Sekarang, melalui sebuah jurnal ilmiah internasional, itu dinyatakan sebagai spesies baru,” kata peneliti botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Destario Metusala, dari Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/9/2010).

Ketiga penemu kedua spesies baru yang diberi nama Dendrobium flos-wanua dan Dendrobium dianae itu adalah Destario Metusala, Peter O’Byrne (praktisi anggrek di Singapura), dan JJ Wood (peneliti dari Herbarium Kew Botanical Garden, Inggris).

Anggrek Langka Jangan Dijual Keluar

TANAMAN LANGKA

Laporan wartawan KOMPAS Defri Werdiono
Rabu, 3 November 2010 | 13:06 WIB
www.nationaalherbarium.nl
Anggrek Dendrobium lowii


BANJARMASIN, KOMPAS.com
- Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Hj Mufidah Jusuf Kalla meminta aggrek yang masih ada di hutan tidak dijual ke luar negeri, sampai kebutuhan di dalam negeri terpenuhi. Hal itu dikatakannya di sela-sela pameran Anggrek Meratus Orchid Show di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (3/11/2010).

Senin, 22 November 2010

Jenis flora yang dilindungi undang-undang di Indonesia (Flora species protected by the above regulation at Indonesia)

No
Jenis
Spesies
Famili
English
Dasar hukum
1
Anggrek albertDenrodium dalbertisliOrchidaceae
-
Z
2
Anggrek bulan kalimantan baratParaphalaenopsis serpentilinguaOrchidaceae
-
Z
3
Anggrek bulan raksasaPhalaenopsis giganteaOrchidaceae
-
Z
4
Anggrek bulan sumateraPhalaenopsis sumatranaOrchidaceae
-
Z
5
Anggrek jinggaRenathera matutinaOrchidaceae
-
Z
6
Anggrek kasut berbuluPaphiopedillum glaucophyliumOrchidaceaeJava's supper orchid
Z
7
Anggrek kasut kumisPaphiopedillum chambertainisnumOrchidaceae
-
Z
8
Anggrek laraDenrodium phalaenoosOrchidaceaeLara orchid
Z
9
Anggrek raksasa papuaGrammatophylum papuanumOrchidaceae
-
Z
10
Anggrek stuberiDenrodium lasiantheraOrchidaceae
-
Z
11
Anggrek bulan ambonPhalaenopsis amboinensisOrchidaceae
-
Z
12
Anggrek bulan bintangParaphalaenopsis denevalOrchidaceae
-
Z
13
Anggrek bulan kalimantan tengahParaphalaenopsis laycockliOrchidaceae
-
Z
14
Anggrek hartinahCymbidium hartinahianumOrchidaceae
-
Z
15
Anggrek hitamCoelogyne pandurataOrchidaceaeBlack orchid
Z
16
Anggrek jamrudDenrodium macrophylumOrchidaceae
-
Z
17
Anggrek karawaDenrodium ostrinogloseumOrchidaceae
-
Z
18
Anggrek kasut pitaPaphiopedillum praestnsOrchidaceae
-
Z
19
Anggrek kebutanAsscocentrum miniatumOrchidaceae
-
Z
20
Anggrek ki aksaraMacodes petolaOrchidaceae
-
Z
21
Anggrek koribasCorybas fomicatusOrchidaceae
-
Z
22
Anggrek pensilVanda hookerianaOrchidaceae
-
Z
23
Anggrek sendokSpathoglottis tureaOrchidaceae
-
Z
24
Anggrek tebu (giant)Grammatophylum speciosumOrchidaceae
-
Z
25
BalanoforaBalanophora sppParasite plant
-
Z
26
BertamLivistonaPalmae
-
Z
27
BudangBorassodendron borneensisPalmae
-
Z
28Bunga bangkai jangkungAmorphophallus decussilvaeAraceae
-
Z
29Bunga bangkai raksasaAmorphophallus utamiumAraceae
-
Z
30Daun payungJohannesteijsmania altrifonsPalmae
-
Z
31Korma rawaPhoenix paludosaPalmae
-
Z
32Palem gajahNenga gajah / Eugeissona ultilitisPalmae
-
Z
33Palem jawaCeratolabusglaucescensPalmae
-
Z
34Pinang jawaPinangan javanaPalmae
-
Z
35Pulau pandakRauwolfia sppApocynaceae
-
Z
36Rafflesia, bunga padmaRafflesia sppParasite plant
-
Z
37RisanteaRhisanthes sippelliParasite plant
-
Z
38Sarai rayaCaryota noPalmaeFishtail palm
Z
39SerdangLivistona rotundifoliaPalmae
-
Z
40Vanda mungilVanda celebicaOrchidaceae
-
Z
41Vanda sumateraVanda sumatranaOrchidaceae
-
Z
42Vanda miniVanda pumifaOrchidaceae
-
Z
43WangaPigafatta filarisPalmae
-
Z

Sabtu, 31 Juli 2010

Anggrek Mini Dipamerkan di Bandung


anggrek.org
Ilustrasi
BANDUNG, KOMPAS.com - Anggrek mini yang ditemukan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia beberapa waktu lalu dihadirkan dalam pameran yang diadakan di Bandung, Kamis (15/7/2010).

Pameran anggrek itu yang diselenggarakan oleh Hotel Sheraton sebagai upaya dalam penggalangan dana UNICEF untuk program vaksin anak-anak kurang mampu.

"Kesegaran dari warna-warni anggrek dapat menjadi terapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat perkotaan yang setiap harinya dipadati dengan rutinitas," kata Hermanu, petani asal Jawa Barat, yang mengikuti pameran itu.

Dalam pameran itu juga dihadirkan anggrek mini asal Pulau Nias yang ditemukan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, beberapa bulan lalu. Ditemukannya anggrek kecil itu tidak menutup kemungkinan akan dapatnya ditemukan lagi anggrek yang berukuran lebih kecil di Belantara Indonesia.