
Kamis, 23 Desember 2010
Lord Nicholas Stern- Ketua iklim Inggris bicara tentang vegetarian sebagai solusi iklim

Laporan PBB...Ada 1,02 Miliar Orang Kelaparan di Seluruh Dunia

Rabu, 22 Desember 2010
Makan Sedikit Daging Pangkas Separuh Biaya Iklim

Laporan FAO: Industri Penternakan Adalah Penyebab Utama Pemanasan Global

Selasa, 21 Desember 2010
Kelaparan Dunia
Kekurangan air menempatkan jutaan orang di Yunnan, China dalam bahaya
Senin, 20 Desember 2010
Kuntungan Mengubah Pola Makan untuk Iklim
Sabtu, 11 Desember 2010
Racun timah mempengaruhi ribuan orang di Nigeria.
Setelah serangkaian penambangan ilegal baru-baru ini di daerah Zamfara, Menteri Kesehatan negara itu menyatakan bahwa lebih dari 160 orang telah meninggal sejauh ini karena keracunan timah, dengan 355 lainnya didiagnosa telah terkena.
Jumat, 10 Desember 2010
Anggrek Sumbar Unik
Produksi Daging Memboroskan dan Mencemarkan Air Bersih Dunia
Institut Air Internasional Stockholm telah menerbitkan laporan baru yang disebut “Menghemat Air dari Ladang hingga Garpu.” Temuannya disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjelaskan perlunya menghemat air agar memenuhi Tujuan Pembangunan Milenium organisasi tersebut yaitu mengurangi kelaparan dunia.
Kamis, 09 Desember 2010
Peternakan Hewan Sumber Utama Polusi
Perdana Menteri Prancis Francois Fillon kembali lebih awal dari liburan untuk kunjungi pantai di Brittany dimana uap hidrogen sulfida yang mematikan dari ganggang yang hanyut ke darat telah menyebabkan seekor kuda binasa dalam hitungan menit minggu lalu. Perdana menteri menjanjikan dana untuk pembersihan, dan gugus tugas antar departemen telah dibentuk untuk menilai penyebabnya lebih lanjut.
Rabu, 08 Desember 2010
Presiden AS Barack Obama: Peternakan Menyumbang Gas Rumah Kaca Lebih Besar dari Transportasi
Presiden terpilih Obama berkata:
“Saya baru saja membaca sebuah artikel di New York Times yang ditulis oleh Michael Pollen mengenai pangan dan fakta bahwa seluruh sistem peternakan kita bergantung pada minyak yang harganya murah. Sebagai akibatnya, sektor peternakan kita sebenarnya menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada sektor transportasi kita. Dan sementara itu juga, peternakan menciptakan monokultur yang rentan terhadap ancaman ketahanan nasional, rentan terhadap harga pangan yang meroket ataupun anjlok, naik turunnya harga komoditas, dan sebagian bertanggung jawab atas ledakan biaya medis karena peternakan menyebabkan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung, obesitas, semua hal yang mendorong pengeluaran besar-besaran dalam biaya medis kita. Itu hanya satu sektor ekonomi. Hal yang sama juga berlaku di sektor transportasi. Hal yang sama juga berlaku dalam konstruksi bangunan. Di seluruh bidang sama.
Peternakan adalah Pembunuh Iklim
Penelitian yang didanai oleh kelompok Foodwatch, yang dilakukan di Institut Riset Ekonomi Lingkungan di Jerman, membandingkan emisi gas rumah kaca antara pola makan daging versus tanpa daging. Penelitian itu menemukan bahwa emisi seorang pemakan daging selama periode waktu 1 tahun setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh mobil yang telah menempuh jarak 4.758 km. Sebaliknya, seorang vegetarian ditemukan dapat mengurangi emisi ini separuhnya. Selain itu, mereka yang vegan dapat memangkas 1/7 emisi gas rumah kaca, atau memangkas 86% emisi, sementara mereka yang menjalani gaya hidup vegan yang organik dihitung dapat memangkas 94% emisi. Penelitian ini, yang memperhitungkan sejumlah faktor seperti sumbangan metana dari hewan dan juga dari pakan serta pembuatan pupuk, menyimpulkan: “Produksi dan konsumsi, pertama-tama dan yang terutama, daging sapi dan susu harus dipangkas secara drastis.”
Selasa, 07 Desember 2010
Peternakan Menyumbang Perubahan Iklim Lebih daripada yang Diperkirakan Sebelumnya
Pada tahun 2006, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah memperkirakan bahwa pemeliharaan ternak untuk produksi daging dan susu bertanggung jawab terhadap 18% pemanasan global.
Hal tersebut membuat kenyataan semakin jelas bagi para ilmuwan bahwa industri peternakan ternyata memberi dampak yang sangat signifikan.
Peran Media dalam Memasyarakatkan Pemanasan Global
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk media massa sebenarnya dapat menjadi sarana efektif untuk selalu mengembangkan kesadaran kritis terhadap gaya hidup. Namun, media massa di Indonesia belum membantu masyarakat luas melihat secara jernih permasalahan sistem energi. Tidak seperti media barat yang bebas dan kritis, media di Indonesia sangat jarang mengungkap kaitan antara gaya hidup (misalnya: makan) dengan krisis energi. Salah satu asumsi, media massa di Indonesia melihat bahwa vegetarian hanya berkaitan dengan agama tertentu atau aliran tertentu. Sebuah anggapan keliru.
Senin, 06 Desember 2010
Minggu, 05 Desember 2010
Menanam Buah dan Sayuran di Pasir – Cerita dari Au Lac (Vietnam)
Rabu, 01 Desember 2010
Pelepasliaran Harimau Dahan Terkendala
Jambi, Kompas -
Kisah Pemuliaan Anggrek di Taman Ria Loka
Setidaknya, begitulah yang kami saksikan ketika Shopia, Kepala Laboratorium Taman Anggrek Ria Loka Sri Soedewi MS, tengah berkutat dengan biji anggrek Phalainopsis violacea, salah satu jenis asli Jambi.