Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Desember 2010

Lord Nicholas Stern- Ketua iklim Inggris bicara tentang vegetarian sebagai solusi iklim

Dalam wawancara dengan surat kabar India Financial Express, ekonom iklim Inggris Lord Nicholas Stern menyuarakan dorongannya terhadap gaya hidup bebas produk hewani sebagai solusi iklim yang utama dengan mengatakan, “Pola makan vegetarian itu ramah iklim. Emisi karbonnya lebih sedikit. Meskipun menyantap makanan adalah pilihan pribadi, tetapi lebih baik untuk membantu orang membuat keputusan berdasarkan pengetahuan.”

Laporan PBB...Ada 1,02 Miliar Orang Kelaparan di Seluruh Dunia


Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan komisinya mengeluarkan sebuah laporan yang disebut “Permasalahan Pangan: Sebuah Strategi Menuju ke Abad 21 (Food Matters: Towards a Strategy for the 21st Century)” yang mendorong para warga Inggris untuk mengurangi konsumsi daging untuk membatasi pengeluaran emisi gas rumah kaca. Guru juga menyebutkan sebuah upaya penting yang saat ini ditangani oleh Jens Holm, Anggota Parlemen Eropa dari Swedia, Persatuan Vegetarisme Swedia, dan Persekutuan Vegetarian Eropa dan Berita Satwa (EVANA). Individu-individu ini telah membuat surat petisi untuk PBB agar mempromosikan pola makan vegetarian sebagai sebuah cara untuk menghentikan kelaparan di dunia, menghentikan pemanasan global, dan menyelesaikan permasalahan lainnya yang sering kita hadapi.

Rabu, 22 Desember 2010

Makan Sedikit Daging Pangkas Separuh Biaya Iklim

Memangkas konsumsi burger daging sapi dan babi asap dapat mengurangi biaya melawan perubahan iklim sebesar 20 miliar dolar. Itu merupakan kesimpulan yang diperoleh dari sebuah penelitian yang menjumlahkan total biaya ekonomi dari diet daging.
Para peneliti yang terlibat menyebutkan bahwa mengurangi asupan daging sapi dan babi akan membuka penyerap karbon baru, karena vegetasi akan tumbuh subur di tanah-tanah peternakan yang tidak terpakai lagi.
Model tersebut memperhitungkan tanah peternakan yang digunakan untuk menanam makanan tambahan setelah daging tidak lagi diproduksi, tetapi hal itu pun hanya membutuhkan area yang lebih kecil, sehingga sisa areanya akan diabaikan. Berjuta-juta ton metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, juga tak akan terlepas setiap tahun karena berkurangnya emisi dari peternakan.

Laporan FAO: Industri Penternakan Adalah Penyebab Utama Pemanasan Global

Pernahkah Anda membuka lemari es Anda, menarik keluar dua puluh piring pasta dan membuangnya ke tempat sampah, dan kemudian, hanya makan satu piring makanan? Hal ini sama dengan menebang 55 kaki persegi hutan untuk satu kali makan siang Anda atau membuang 2500 gallon air ke saluran pembuangan. Apakah Anda akan melakukannya? Bagaimanapun juga, hanya makan setengah kilo daging akan mengakibatkan hal-hal tersebut di atas. Makan daging akan menyebabkan pengrusakan terhadap sumber alam dan lingkungan kita, menyebabkan penderitaan hewan yang besar, serta memberikan efek-efek merusak bagi kesehatan kita. Jadi, dengan memanggang seekor anjing untuk disajikan bersama kentang dapat membuat Anda muak, tetapi mengapa kita malah memanggang hewan yang jinak lainnya?

Selasa, 21 Desember 2010

Kelaparan Dunia


Dengan berlanjutnya krisis pangan dunia, hak mendasar terhadap pangan diabaikan – 17 Sep 2008
Reporter Khusus PBB untuk Hak Pangan, Olivier De Schutter, melaporkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di Geneva, Swiss bahwa meskipun harga pangan menurun, tetapi jutaan orang tetap tidak dapat memenuhi hak dasar manusia. Timbulnya kegelisahan karena krisis pangan, Josette Sheeran, Direktur Eksekutif PBB untuk Program Pangan Dunia mengatakan, “Bila para petani miskin tidak mampu memberi makan keluarganya, maka kita ada dalam bahaya.” Program Pangan Dunia PBB menyediakan US$200 juta untuk mengurangi kelaparan di wilayah yang memerlukan, sementara itu Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mendistribusikan benih, penyubur, dan peralatan pertanian lainnya di 78 negara, di samping bantuan langsung yang jumlahnya hampir US$1 miliar.

Kekurangan air menempatkan jutaan orang di Yunnan, China dalam bahaya


Ketika kekeringan terburuk abad ini mengganggu lebih dari 25 juta penduduk di Provinsi Yunnan, China barat daya, para ahli menyatakan bahwa kondisi parah itu telah meningkat karena perubahan iklim, yang telah mengurangi hujan dan meningkatkan bencana cuaca yang ekstrem di provinsi itu sejak tahun 1960-an.
Ilmuwan lingkungan Yang Yong dari Pusat Penelitian Gunung Hengduan menyatakan, “Sistem ekologi dan lingkungan telah mengumpulkan begitu banyak masalah dalam beberapa tahun, [setelah] puluhan tahun deforestasi [dan] pertanian tak terencana.”

Senin, 20 Desember 2010

Kuntungan Mengubah Pola Makan untuk Iklim


Mengurangi konsumsi daging secara global akan mengurangi gas rumah kaca dan pada hakikatnya akan memotong biaya-biaya dari kebijakan iklim. Berikut adalah hasil dari penelitian PBL yang dipublikasi dalam Perubahan Iklim. Terpisah dari pengurangan metana dan emisi N2O, area peternakan yang luas untuk peternakan sapi dapat digunakan lagi untuk menanam sayuran, hal ini dapat mengurangi karbon dalam jumlah yang besar. Perubahan seluruh dunia menuju pola makan rendah daging akan mengurangi biaya penstabilan gas rumah kaca CO2 pada tingkat 450 ppm, lebih dari 50%.

Kebijakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim lebih banyak terfokus pada sektor energi, sementara sektor peternakan sangat sedikit diperhatikan, mereka lebih mengabaikan fakta dimana sektor peternakan menghasilkan 18% emisi gas rumah kaca dan menggunakan 80% total tanah. Dilihat dari sudut pandang makanan, pemahaman baru akan dampak yang kurang baik dari mengonsumsi daging sapi dan babi telah membawa angin baru dalam rekomendasi untuk kurangi makan daging. Di sini, kami mengeksplorasi dampak-dampak potensial dalam perubahan pola makan untuk menyetabilkan iklim secepatnya.
Dengan menggunakan model penaksiran terintegrasi, kami menemukan bahwa transisi global untuk mengurangi daging atau mungkin secara menyeluruh beralih menjadi makanan nabati memiliki dampak yang dramatik terhadap penggunaan tanah. Lebih dari 2700 Mha padang rumput dan 100 Mha ladang dapat mengurangi karbon dengan menanam kembali tumbuh-tumbuhan. Selain itu, metana dan dinitrogen oksida akan berkurang secara berarti.
Sebuah perubahan global ke pola makan rendah daging akan mengurangi biaya untuk menyetabilkan CO2 ke tingkat 450 ppm, lebih dari 50% di tahun 2050 dibandingkan kasus yang direferensikan. Perubahan pola makan tidak hanya menciptakan keuntungan yang substansial bagi kesehatan manusia dan penggunaan tanah secara global, tetapi juga dapat berpengaruh besar terhadap kebijakan perubahan iklim di masa depan.
http://dx.doi.org/10.1007/s10584-008-9534-6
Pengarang: Elke Stehfest , Lex Bouwman, Detlef P. van Vuuren, Michel G. J. den Elzen, Bas Eickhout and Pavel Kabat

Sabtu, 11 Desember 2010

Racun timah mempengaruhi ribuan orang di Nigeria.

Setelah serangkaian penambangan ilegal baru-baru ini di daerah Zamfara, Menteri Kesehatan negara itu menyatakan bahwa lebih dari 160 orang telah meninggal sejauh ini karena keracunan timah, dengan 355 lainnya didiagnosa telah terkena.

Jumat, 10 Desember 2010

Anggrek Sumbar Unik


Padang, Kompas - Keberadaan ribuan jenis anggrek endemik dari Sumatera Barat mendesak untuk diidentifikasi, didokumentasikan, dan dibudidayakan untuk mencegah kepunahan. Saat ini, dari ribuan anggrek spesies di Sumatera Barat, baru sekitar 30 spesies yang sudah diidentifikasi.

Produksi Daging Memboroskan dan Mencemarkan Air Bersih Dunia

Institut Air Internasional Stockholm telah menerbitkan laporan baru yang disebut “Menghemat Air dari Ladang hingga Garpu.” Temuannya disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjelaskan perlunya menghemat air agar memenuhi Tujuan Pembangunan Milenium organisasi tersebut yaitu mengurangi kelaparan dunia.

Kamis, 09 Desember 2010

Peternakan Hewan Sumber Utama Polusi

Perdana Menteri Prancis Francois Fillon kembali lebih awal dari liburan untuk kunjungi pantai di Brittany dimana uap hidrogen sulfida yang mematikan dari ganggang yang hanyut ke darat telah menyebabkan seekor kuda binasa dalam hitungan menit minggu lalu. Perdana menteri menjanjikan dana untuk pembersihan, dan gugus tugas antar departemen telah dibentuk untuk menilai penyebabnya lebih lanjut.

Rabu, 08 Desember 2010

Presiden AS Barack Obama: Peternakan Menyumbang Gas Rumah Kaca Lebih Besar dari Transportasi

Presiden terpilih Obama berkata:

“Saya baru saja membaca sebuah artikel di New York Times yang ditulis oleh Michael Pollen mengenai pangan dan fakta bahwa seluruh sistem peternakan kita bergantung pada minyak yang harganya murah. Sebagai akibatnya, sektor peternakan kita sebenarnya menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada sektor transportasi kita. Dan sementara itu juga, peternakan menciptakan monokultur yang rentan terhadap ancaman ketahanan nasional, rentan terhadap harga pangan yang meroket ataupun anjlok, naik turunnya harga komoditas, dan sebagian bertanggung jawab atas ledakan biaya medis karena peternakan menyebabkan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung, obesitas, semua hal yang mendorong pengeluaran besar-besaran dalam biaya medis kita. Itu hanya satu sektor ekonomi. Hal yang sama juga berlaku di sektor transportasi. Hal yang sama juga berlaku dalam konstruksi bangunan. Di seluruh bidang sama.

Peternakan adalah Pembunuh Iklim

Penelitian yang didanai oleh kelompok Foodwatch, yang dilakukan di Institut Riset Ekonomi Lingkungan di Jerman, membandingkan emisi gas rumah kaca antara pola makan daging versus tanpa daging. Penelitian itu menemukan bahwa emisi seorang pemakan daging selama periode waktu 1 tahun setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh mobil yang telah menempuh jarak 4.758 km. Sebaliknya, seorang vegetarian ditemukan dapat mengurangi emisi ini separuhnya. Selain itu, mereka yang vegan dapat memangkas 1/7 emisi gas rumah kaca, atau memangkas 86% emisi, sementara mereka yang menjalani gaya hidup vegan yang organik dihitung dapat memangkas 94% emisi. Penelitian ini, yang memperhitungkan sejumlah faktor seperti sumbangan metana dari hewan dan juga dari pakan serta pembuatan pupuk, menyimpulkan: Produksi dan konsumsi, pertama-tama dan yang terutama, daging sapi dan susu harus dipangkas secara drastis.”

Selasa, 07 Desember 2010

Peternakan Menyumbang Perubahan Iklim Lebih daripada yang Diperkirakan Sebelumnya

Pada tahun 2006, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah memperkirakan bahwa pemeliharaan ternak untuk produksi daging dan susu bertanggung jawab terhadap 18% pemanasan global.

Hal tersebut membuat kenyataan semakin jelas bagi para ilmuwan bahwa industri peternakan ternyata memberi dampak yang sangat signifikan.

Peran Media dalam Memasyarakatkan Pemanasan Global

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk media massa sebenarnya dapat menjadi sarana efektif untuk selalu mengembangkan kesadaran kritis terhadap gaya hidup. Namun, media massa di Indonesia belum membantu masyarakat luas melihat secara jernih permasalahan sistem energi. Tidak seperti media barat yang bebas dan kritis, media di Indonesia sangat jarang mengungkap kaitan antara gaya hidup (misalnya: makan) dengan krisis energi. Salah satu asumsi, media massa di Indonesia melihat bahwa vegetarian hanya berkaitan dengan agama tertentu atau aliran tertentu. Sebuah anggapan keliru.

Senin, 06 Desember 2010

Restaurant Vegan & Vegetarian Indonesia

Update terakhir: Juni 2010

Pulau Jawa: Jakarta (Pusat, Barat, Utara, Selatan, Timur), Tangerang, Bekasi, Cibubur, Bogor, Puncak, Cianjur, Bandung, Garut, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Magelang, Klaten.

Laporan IPCC: Perubahan Gaya Hidup dapat Mengerem Perubahan Iklim

Sebuah artikel dari AFP
Paris (AFP) — Jangan makan daging, kendarai sepeda, dan jadilah konsumen yang hemat — itulah bagaimana Anda dapat membantu mengerem pemanasan global, itulah yang dikatakan oleh Rajendra Pachauri, ketua dari panel perubahan iklim PBB yang juga pemenang hadiah Nobel.

Minggu, 05 Desember 2010

Menanam Buah dan Sayuran di Pasir – Cerita dari Au Lac (Vietnam)


Tanah berpasir biasanya tidak cocok untuk menanam buah-buahan dan sayur-sayuran. Tetapi di beberapa daerah Au Lac ( Vietnam ), budidaya biji-bijian di atas pasir telah membuktikannya dan merupakan cara yang efektif dalam menyediakan sumber makanan yang berkelanjutan.
Halo, pemirsa yang baik, pada edisi Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita, kita berbicara dengan grup petani Aulac (Vietnam ) dari Provinsi Binh Thuan, di pantai Tengah Au Lac (Vietnam) mengenai cara menanam di tanah berpasir.

Rabu, 01 Desember 2010

Pelepasliaran Harimau Dahan Terkendala

SATWA LANGKA

Jambi, Kompas - Pelepasliaran Bella, harimau dahan hasil sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, belum juga terlaksana. Pasalnya, BKSDA belum memperoleh lokasi yang aman bagi satwa liar yang telah 1,5 tahun tinggal di dalam kandang besi.

Kisah Pemuliaan Anggrek di Taman Ria Loka

BUNGA

Dari sebuah biji ratusan tanaman anggrek baru dihasilkan melalui upaya pemuliaan. Semua hasil pemuliaan itu kemudian disimpan dalam tabung dan botol yang tertutup rapat dalam sebuah ruangan. Bermula dari situlah anggrek-anggrek khas Jambi berkembang biak.

Setidaknya, begitulah yang kami saksikan ketika Shopia, Kepala Laboratorium Taman Anggrek Ria Loka Sri Soedewi MS, tengah berkutat dengan biji anggrek Phalainopsis violacea, salah satu jenis asli Jambi.