Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Revolusi Hijau: Menghentikan Modifikasi Genetika

Mozambik: Tidak ada benih modifikasi genetika di Revolusi Hijau - 24 Oktober 2008

Mozambik berkata “ tidak” terhadap benih modifikasi genetik. Perdana Menteri Mozambik Luisa Diogo berbicara mewakili parlemen nasional untuk meyakinkan para pembuat undang-undang bahwa program “Revolusi Hijau “ Mozambik dalam usaha swasembada pangan seperti beras dan kentang merujuk ke pengadaan pangan yang mandiri tidak perlu tergantung pada penggunaan benih modifikasi genetik.

Untuk menanggapi pertanyaan tentang topik tersebut ia menyatakan, “Sebenarnya, penggunaan bibit modifikasi genetik di Mozambik sudah dilarang. Kita sedang menggunakan benih-benih baru yang telah diproduksi di Mozambik, tetapi tidak dimodifikasi secara genetik. “Salut kepada paduka yang mulia dan Mozambik atas kepedulianmu terhadap kesehatan penduduk yang lebih baik sambil mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Semoga Surga memberkahi rakyat Mozambik dengan makanan yang berlimpah dan kemakmuran serta keselarasan dengan alam.

Rabu, 01 Desember 2010

Orangutan Sumatera Dipasangi Transmiter

Senin, 4 Oktober 2010 | 18:18 WIB
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Seekor bayi orangutanm punah.

JAMBI, KOMPAS.com - Enam orangutan(pongo abelii) menjalani operasi implantasi untuk pemasangan transmiter, alat pengirim sinyal. Orangutan yang dipasang alat ini akan memberikan data distribusi bagi peneliti pada sepanjang area jelajah satwa ini dalam ekosistem Bukit Tigapuluh, Provinsi Jambi.

Transmiter akan mempermudah pengamatan dan pengawasan orangutan.
-- Julius Paolo Siregar

Menurut Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatera FZS Julius Paolo Siregar, Senin (4/10/2010), Operasi pemasangan transmiter dilakukan tim dokter hewan Perth Zoo bersama Frankfurt Zoological Society (FZS), di Stasiun Reintroduksi Orangutan, Sungai Pengian, Sumay, Kabupaten Tebo, dua pekan lalu.

Data Perubahan Iklim di Kotoran Hewan

Senin, 18 Oktober 2010 | 20:44 WIB
Hyrax
LONDON, KOMPAS.com - Para ilmuwan dari Universitas Leicester, Inggris menggunakan sampel yang tak biasa untuk menganalisis perubahan iklim, yaitu dengan kotoran hyrax batu (Procavia capensis). Hyrax adalah spesies hewan pengerat sebesar kelinci namun lebih dekat kekerabatannya dengan gajah. Hewan ini banyak ditemukan di negara-negara Afrika seperti Namibia dan Bostwana.

Panel Surya di Luar Angkasa, Mungkinkah?

Kamis, 11 November 2010 | 11:34 WIB
NASA
Ilustrasi panel surya di luar angkasa

KOMPAS.com - Mencari solusi dari krisis energi yang kini dihadapi, sebuah rencana baru penggunaan tenaga surya dicetuskan. Dengan rencana baru itu, sinar matahari akan dikumpulkan langsung di luar angkasa menggunakan satelit dan akhirnya ditembakkan langsung ke bumi agar bisa dipergunakan.

Inisiatif rencana tersebut datang dari mantan presiden India APJ Kalam dan National Space Society (NSS). Rencana itu diungkapkan pada hari Kamis tanggal 4 November yang lalu.

Monyet Pun "Memperdagangkan" Bayinya

Senin, 8 November 2010 | 16:36 WIB
Arno Meintjes
Monyet Vervet (Chlorocebus pygerythrus) di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan.

KOMPAS.com - Ternyata tak cuma manusia saja yang suka menikmati kelucuan bayi. Hewan-hewan sebangsa monyet, seperti mangabey dan vervet, ternyata juga memiliki kebiasaan serupa. Jika ada satu induk monyet yang melahirkan bayi, maka ada induk-induk monyet lain akan berlomba untuk memegang dan menikmati kelucuan bayi yang baru saja dilahirkan itu.

Koloni Monyet Ekor Kuning Ditemukan

HEWAN LANGKA
Rabu, 24 November 2010 | 13:19 WIB
Marilynne
Monyet ekor kuning Peru


KOMPAS.com
— Koloni dari primata yang hampir punah, monyet ekor kuning, baru-baru ini ditemukan di Peru. Koloni tersebut ditemukan oleh tim peneliti internasional dari Neotropical Primate Conservation. Koloni monyet ekor kuning (Oreonax flavicauda) tersebut adalah penghuni hutan Andean yang terletak di timur laut Peru. Spesies monyet ekor kuning pernah diduga punah sebelum ditemukan keberadaannya (record) pada pertengahan tahun 70-an.