Jumat, 31 Desember 2010

Pengaruh Pola Makan terhadap Iklim

Selamat datang di Planet Bumi: Rumah Tercinta Kita. Hari ini kita akan mempersembahkan wawancara dengan Geoff Russell, seorang jurnalis Australia yang berkomitmen untuk membantu penyelamatan planet kita dari akibat pemanasan global dengan mendukung gaya hidup vegan, gaya hidup tanpa produk hewani.

Bp. Russell adalah anggota kehormatan komite dan juru bicara organisasi nirlaba Animal Liberation yang bekerja untuk melindungi semua satwa dan planet Bumi.

Dalam pekerjaannya sebagai jurnalis, Bp. Russell meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang bahaya dari industri peternakan terhadap iklim kita.

Di tahun 2007, Bp Russell menuliskan laporan “Dampak Pola Makan bagi Pemanasan Global (Dietary Impacts on Global Warming)” dan “Jejak Karbon Daging (Meat’s Carbon Hoofprint),” yang muncul dalam majalah ilmiah terkenal Australasian Science.

Russell: Peternakan hewan menciptakan emisi gas rumah kaca dalam berbagai hal. Peternakan hewan merupakan penyebab utama pembabatan lahan di seluruh dunia, khususnya di Australia.

Dari seratus juta hektar tanah di Australia yang telah mengalami pembabatan hutan, sekitar 70 juta dari angka tersebut untuk peternakan hewan. Sekitar 25, 26 jutanya baru untuk hasil panen kita. Kita hanya menggunakan sekitar 2 juta hektar.

Proporsi dari emisi GRK dari berbagai bidang produksi peternakan.

Peternakan hewan menciptakan banyak emisi rumah kaca berupa metana dan dinitrogen oksida. Metana pada umumnya dihasilkan oleh hewan pemamah biak ketika mereka mencerna makanan.

Dan kita memiliki 90 juta domba serta 28 juta ternak lain di negara ini. Mereka 24/7 menjadi mesin penghasil metana. Dan jumlah pemanasan yang dihasilkan metana di Australia jelas lebih banyak dari seluruh stasiun pembangkit listrik batu bara kita.

Sungguh mengagetkan. Cara metana diukur sangat membingungkan karena standar yang ditentukan oleh Protokol Kyoto mengukur metana sama dengan ukuran “karbon dioksida.”

Panas yang disebabkan oleh metana sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. Dan itulah mengapa kita dapat mengatakan bahwa metana dari domba dan ternak menghasilkan efek pemanasan global yang jauh lebih besar dibandingkan stasiun pembangkit listrik batu bara kita.

SUPREME MASTER TV: Mengapa metana tidak disinggung dalam laporan yang paling penting?

Russell:

Industri daging di Australia memiliki pengaruh yang cukup mengagetkan dan cukup menyedihkan.

Bila Anda melihat angka resmi gas rumah kaca Australia pada emisi rumah kaca kita, Anda akan melihat di sana ada sektor pertanian, dan di sana ada sektor perubahan fungsi lahan.

Perubahan fungsi lahan hampir seluruhnya diperuntukkan bagi industri ternak. Jadi banyak sekali emisi yang berasal dari pertanian untuk peternakan.

Dan kita hanya membicarakan tentang peternakan di sini, pertanian lainnya menghasilkan sangat sedikit emisi. Banyak emisi dari industri itu terpecah dalam kategori lain, sehingga orang-orang di industri peternakan keliru dengan mengatakan, “Oh, peternakan hanya menghasilkan 16% dari emisi kita.”

Sektor yang mereka tinggalkan, perubahan fungsi lahan, pembabatan hutan di Australia setara dengan 60 juta ton karbon dioksida. Jadi, itu jauh lebih banyak dari seluruh kendaraan di Australia.

Dan industri daging, mereka mencoba mengecilkan emisi mereka, dan kedua mereka memiliki pengaruh ketentuan nutrisi di negara ini.

SUPREME MASTER TV: Lalu bagaimana dengan air? Saya tahu bahwa peternakan hewan sebenarnya menggunakan banyak air.

Russell:
Ya, industri sapi menggunakan banyak sekali air, khususnya industri susu.

Orang-orang berpikir bahwa air itu hanya digunakan untuk mencuci dinding rumah penjagalan atau pabrik susu atau yang sejenisnya.

Tetapi air paling besar digunakan untuk menumbuhkan makanan ternak. Hewan ternak di negara ini memakan sekitar 12 juta ton hasil panen setiap tahunnya. Sebagai tambahan, ternak penghasil susu banyak yang menggunakan pengembalaan dilepas, hewan gembalaan untuk produksi susu biasanya dilepas dan menggenangi irigasi.

Anda membiarkan air irigasi mengalir pada ladang gembalaan, bukan seperti ketika Anda mengalirkan irigasi untuk sebatang pohon almond atau pohon persik atau lainnya.

Anda menyiramkan air dan Anda membanjirinya dengan jutaan dan miliaran liter air.

Jadi, industri susu sendiri termasuk dalam kategori, menggunakan lebih banyak air daripada industri lain di Australia.

PEMBAWA ACARA: Segera setelah pemilihan umum di bulan November 2007, pemerintahan Partai Buruh Australia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Kevin Rudd menandatangani Protokol Kyoto.

Protokol itu memiliki rencana untuk perjanjian perdagangan karbon mulai dari tahun 2010. Bagaimanapun, rencana tersebut tidak termasuk pertanian.

SUPREME MASTER TV: Apakah Anda merasa pertanian seharusnya dimasukkan ke dalam Skema Perdagangan Emisi yang dikeluarkan di Australia?

Russell: Saya tidak sepenuhnya yakin bahwa Sistem Perdagangan Emisi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Kami ingin menyampaikan suatu laporan dari Peter Singer, Barry Brook, dan saya sendiri dalam Garnaut Review.

Dan kami berargumentasi bahwa satu, Anda harus memasukkan pertanian, dan dua, Anda harus menghitung metana lebih panas 72 kali daripada CO2.

Jika Anda tidak melakukannya, Anda sebenarnya hanya memperburuk situasi. Investasi bisa masuk dalam bidang industri yang memproduksi karbon, tetapi sapi dan ternak yang lebih buruk sebaliknya dinilai rendah jika dimasukkan dalam Perdagangan Emisi.

Skema demikian seharusnya dimasukkan. Jadi, ini adalah suatu lubang yang besar.

Konsentarasi Metana di pengamatan Mauna Loa. Data yang menggambarkan warna abu-abu adalah sementara. Grafik: NOAA.

PEMBAWA ACARA: Wartawan Australia Geoff Russell yang juga seorang vegan berbicara tentang dampak pola makan terhadap iklim. Pada bulan November 2007, majalah ilmu pengetahuan ternama, Australasian Science, menampilkan tiga halaman tulisan Geoff Russell yang berjudul, “Jejak Karbon Daging.”

Tulisannya membahas tentang efek berbahaya dari gas metana terhadap pemanasan global jika dibandingkan dengan CO2.

SUPREME MASTER TV: Profesor Barry Brook dan Anda menulis sebuah artikel yang berjudul “Jejak Karbon Daging.” Bisakah Anda menjelaskan kepada kami tentang hal itu?

Russell: Artikel itu ditulis bersama Profesor Peter Singer. Artikel itu juga ditulis untuk masyarakat umum. Tulisannya dikutip dari para ilmuwan di daerah lain yang sadar akan dampak berbahaya dari gas metana, jadi kami membahas lebih jauh dalam artikel itu tentang masa hidup gas metana, dampak berbahaya dari gas metana, dan kami terutama membahas tentang gas metana yang diproduksi oleh industri peternakan, khususnya untuk memproduksi daging segar.

SUPREME MASTER TV: Di situ ada sedikit pembahasan tentang perkiraan masa hidup metana sekitar 20 tahun lebih, padahal masa hidup metana dulu pernah diperkirakan sekitar 100 tahun lebih.

Bisakah Anda menjelaskan lagi tentang hal itu?

Russell: Gas metana biasanya memiliki masa hidup yang pendek. Biasanya ia menghilang di udara setelah sekitar 15 atau 20 tahun setelah ia dilepaskan ke udara.

Tapi selama ia masih di udara, ia memiliki dampak yang sangat berbahaya, akibat yang sangat berbahaya, ia 72 kali lebih panas daripada CO2.

Tetapi ketika panasnya turun, ia akan menghilang di udara setelah sekitar 100 tahun.

Jadi, selama lebih dari 100 tahun, ia tidak akan terasa begitu panas, tapi hanya 21 kali lebih panas.

SUPREME MASTER TV: Sekarang di dunia ini mengalami kekurangan pangan. Bisakah Anda berkomentar tentang bagaimana pola makan vegan bisa mengatasi krisis kekurangan pangan di dunia kita saat ini?

Russell:Australia tahun lalu mengimpor 2 juta ton biji-bijian, itu semua hanya untuk memberi makan hewan ternak kita.

Padalah itu bisa memberi makan 21 juta orang manusia. Itu suatu impor berskala besar. Tahun lalu kita mengimpor sebesar 2 juta ton dan tahun ini langsung ada kasus kekurangan pangan di dunia.

Maksud saya bukan karena impor Australia yang telah menyebabkan kekurangan pangan, tetapi Anda sendiri dapat melihat apa yang sedang terjadi. Yaitu sekarang ada sebuah kompetisi antara orang-orang miskin dengan hewan-hewan ternak untuk menghasilkan daging untuk dikonsumsi oleh orang-orang kaya.

Lalu ketika pemilik peternakan Australia menginginkan lebih banyak biji-bijian, mereka akan mencari dan membelinya di pasar internasional sehingga membuat biji-bijian itu semakin sulit dibeli oleh negara-negara miskin.

Jadi jika Program Pangan Dunia tidak bisa membeli biji-bijian lagi, itu karena para pemilik peternakan telah memborongnya semua dan mereka mampu membayar lebih mahal untuk mendapatkannya, hal ini nantinya akan menyebabkan kekurangan pangan dunia.

Kita juga memiliki satu industri peternakan ikan. Industri ini sering digeluti oleh orang-orang yang tidak tahu solusi yang lebih baik dan kadang kala oleh orang-orang yang tidak tahu akan solusi kekurangan pangan dunia.

Lautan kita selalu memiliki masalah serius dan ikan-ikan tidak pernah diternakkan sebelumnya untuk makanan kita. Mereka memproduksi sejumlah kecil ikan untuk dikonsumsi orang-orang kaya. Lima puluh lima persen ikan yang dimakan di Australia berasal dari industri peternakan ikan ini.

Ini belum sampai ke pembahasan tentang masalah pangan dunia. Dan sekarang apa yang terjadi dengan peternakan ikan adalah peternakan sering mengambil ikan-ikan besar untuk memberi makan ikan-ikan yang sedang tumbuh karena kebanyakan industri ternak ikan sekarang menjalankan peternakan ikan karnivora.

Jadi di Australia, ikan-ikan yang diternakkan adalah ikan tuna dan salmon dan ikan-ikan ini memakan banyak ikan-ikan lainnya. Jadi karena peternak tidak bisa menemukan makanan untuk memberi makan ikan karnivora, mereka mencampur makanannya dengan biji-bijian dan dari mana biji-bijian itu di dapat?

Mereka mengambilnya dari makanan yang sebenarnya untuk dimakan orang-orang miskin. Sekarang kita sampai ke industri lainnya yang berkompetisi dengan orang-orang miskin untuk mencari makanan.

Kita sudah punya ternak hewan untuk makanan orang-orang kaya, kita juga punya ternak ikan untuk orang-orang kaya, dan sekarang kita punya bahan bakar bio yang juga diinginkan oleh orang-orang kaya.

Ada banyak berita tentang bahan bakar bio selama krisis makanan ini. Tapi bahan bakar bio hanya menggunakan sekitar 100 juta ton.

Kedengarannya seperti banyak bukan, tetapi industri daging tahun lalu menggunakan lebih dari 700 juta ton biji-bijian, jadi masalah utamanya adalah ternak yang dipelihara untuk makanan orang-orang kaya.

SUPREME MASTER TV: Menurut Anda, tindakan apa yang bisa dilakukan orang-orang untuk membantu menyelamatkan Bumi kita?

Russell: Tindakan terpenting yang bisa Anda lakukan adalah memilih pemerintahan yang benar, itulah yang terutama. Pilihlah pemerintahan yang peduli masyarakatnya, itulah yang terpenting.

Tetapi apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat adalah mengubah gaya hidup kita sendiri dan pengaruh terbesar yang dapat dilakukan masyarakat terhadap Bumi ini dan juga terhadap lingkungan adalah dengan memilih apa yang kita makan.

Apa yang Anda makan berpengaruh lebih besar daripada apa yang Anda kendarai, berpengaruh lebih besar daripada di mana Anda tinggal. Jadi yang terpenting adalah apa yang Anda makan, jadi ubahlah pola makan Anda.

Belajarlah memasak masakan vegetarian, belajarlah memasak masakan vegan.

PEMBAWA ACARA: Terima kasih, Bpk. Geoff Russell atas penelitian dan artikel-artikel Anda yang memberikan kesadaran tentang efek merugikan dari pola makan daging terhadap lingkungan kita.

Semoga kita semua melaksanakan saran ini untuk menyelamatkan planet kita melalui gaya hidup vegan yang sehat dan pengasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar